Tampilkan postingan dengan label Sena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sena. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2009

Persiapan Ultah Sena

Ceritanya Sena mau ultah tanggal 24 Oktober 2009 mendatang, yang ke-3. Semula ada ide mau bikin acara kecil-kecilan dengan mengundang anak-anak kecil tetangga rumah alias cucu-cucu para tetanggaku. Maksudnya, cucu pak ini, cucu pak itu, secara tetangga rumahku adalah orang-orang tua seperti papa mamaku. Ternyata, di sekolah Sena (Bogor International School) biasanya diadakan acara makan-makan kalau ada yang ultah. Sena masih duduk di bangku play group, kurang lebih ada 9 anak. Namun karena ruangan kelasnya barengan anak-anak pre school, so kadang acaranya turut mengundang bocah-bocah pre school itu. Totally jumlah anak ada sekitar 31 orang, plus para guru sebanyak kurang lebih 5 orang. Berarti harus menyediakan pangan untuk 36 orang, atau digenapkan menjadi 40 orang. Fiuhh... banyak juga, means harus persiapan goody bag cukup banyak.

So, Sabtu kemarin aku dan kakak berniat cari goody bag, antara Asemka (katanya banyak barang-barang murah di sana) atau di Mangga Dua. Karena belum pengalaman, dalam perjalanan menuju Jakarta kita browsing di internet dulu dan tanya sama teman yang lebih berpengalaman. Akhirnya diputuskan ke Pasar Pagi Mangga Dua saja, mengingat kita mengajak Sena. Anak kecil getho lho, ruangannya kan harus nyaman, ga ada asap rokok, ber-AC, ga panas, tempat parkir ga ribet. Pasalnya, kita juga belum pernah menjejakkan kaki ke Asemka, jadi ga tahu kondisi real seperti apa di sana.


Sampai di Pasar Pagi Mangga Dua, untungnya ruangan ber-AC, jadi ga panas, dan ada larangan merokok (PENTING nih!!!). Tapi tetap saja sih, ada beberapa orang yang merokok di sana (ih, menyebalkan!!!). Kita dapat parkir di lantai 4. Masuk ke gedungnya sambil bingung, di mana ya lantai tempat penjual goody bag. Nanya sama mbak-mbak yang jaga counter, katanya ada di Basement.


Kita menemukan 1 toko yang rada nyempil di pojokan, menjual souvenir khas anak-anak. Ada tempat makan, tempat minum, tempat pensil, tas, macam-macam lah. Tas kecil yang bisa dijadikan sebagai tempat bawa-bawa barang harganya Rp 5.000 per buah. Mahal deh, kagak diskon pula! Terus lihat tempat makan plus minum ada yang harganya sekitar Rp 25.000an. Kalau tempat makannya aja harganya ada yang Rp 13.500. Tempat minum yang ukuran rada kecil harganya Rp 8.000. Semua itu sudah termasuk bonus bungkus plastik ama mbaknya. Tapi ga bisa ditawar bo!! Karena masih bingung apa aja calon isi goody bag-nya dan berapa budget yang pas, maka kita beralih ke toko sebelahnya yang menjual plastik goody bag, balon, angka kue ultah, piring kertas, garpu plastik, dll. Lumayan murah kok, plastik goody bag maksimal Rp 10.000 kalau ga salah, yang ukuran paling kecil. Kakakku maunya isi goody bag adalah makanan dan minuman sehat untuk anak-anak. Jadi setelah membeli plastiknya, kita berpindah mencari Carrefour terdekat untuk mencari makanan kecilnya.


Dengan mempertimbangkan budget yang ada, kita dapat beberapa makanan berikut:

  • Susu UHT
  • Kismis raisin ukuran paling kecil
  • Coklat batang Van Houten
  • Jeruk
  • Brownies coklat Breadtalk
  • Biskuit (masih dipertimbangkan nih mau biskuit yang mana).
Total nilainya sekitar Rp 25.000. Itu belum termasuk kue ulang tahun (rencananya 2 buah) plus air mineral buat anak-anak kecil itu. Kalau ditotal lumayan juga ya buat persiapan ultah anak kecil. Huaduhhh!!!!!

Senin, 13 Juli 2009

Susahnya Minta Sena untuk Mandi

Sena-kyu.. Betapa sulitnya menyuruh Sena (keponakanku tercinta, melebihi cintaku pada siapapun, kecuali Allah SWT) untuk mandi pagi maupun sore. Perasaan waktu dia kecil dulu, ga sesulit itu untuk membawanya mandi dengan siraman air hangat. But now? Fiuh... Matanya kena air sedikit saja, ributnya minta ampyunnn! Langsung heboh menggosok-gosokkan matanya ke bajuku. Makanya paling susah juga meminta dia keramas. Perlu tips and tricks tertentu.
Contohnya, papa Sena punya cara sendiri, yaitu keramas dengan handuk basah. Kepala diberi shampo dan dibilas dengan handuk yang telah dibasahi air, sambil Sena digendong menghadap papanya dengan kepala ke arah belakang. Jadi terhindar dari siraman air. Ampyunnn dueh...

Sewaktu aku ada di rumah (libur weekend), begitu sudah waktunya mandi, kejar-kejaran dulu, dibujuk rayu dengan bermacam cara, termasuk memintanya ikut memandikan kura-kura, mobil-mobilan dll. Tetep keukeuh sumekeh ga mau mandi thu, hahaha. Seperti kemarin waktu keluargaku liburan ke Surabaya, kebetulan di kamar hotel ada aku, ibuku dan Sena. Sore itu, seperti biasa aku minta Sena untuk mandi. Karena masih menolak, akhirnya aku punya ide mengajak Sena untuk ikut mandi bersamaku. Nasib deh... Buka baju di depan anak kecil, ga dosa kan? Hehehe. Itupun ternyata Sena ga langsung mau, butuh beberapa saat untuk merayunya untuk mau mandi denganku.
Awalnya Sena kaget mendengar bunyi blower AC di kamar mandi. Sena memang tidak suka mendengar bunyi yang ribut-ribut. Mungkin hal ini disebabkan karena waktu kecilnya Sena pernah mendengar bunyi buah yang sedang di-juice. Cukup ribut kan tuh. Oleh sebab itu, kemudian kakakku mengajak dia mendekati asal suara ribut dan mengajarkan bahwa suara itu tidak akan berbahaya bagi dirinya. Sama saja seperti sekarang, aku juga menunjukkan pada Sena bahwa bunyi AC yang cukup keras di kamar mandi itu tidak membahayakan alias biasa saja. Untungnya Sena mengerti dan mau mandi bareng aku. Fiuh... masalah mandi pada hari itu terselesaikan sudah, tapi untuk hari selanjutnya entah bagaimana..
Sena pun tidak suka dengan air yang keluar dari shower di kamar mandi. Contohnya di kamar mandi kos-ku. Seperti tadi pagi, sepulang dari Surabaya (liburan dengan keluargaku), pada numpang istirahat dan mandi di kos. Giliran Sena disuruh mandi, masih ga mau juga. Padahal badannya sudah gatal-gatal dan bauuuu kereta. Aku ajak mandi bareng ga mau. Papanya Sena mengajaknya mandi bareng sempat mau, tapi tiba-tiba terdengar suara Sena menangis dari dalam kamar mandi. Ada apa gerangan? Ternyata Sena tidak suka dengan shower. Kakakku curiga, jangan-jangan waktu di sekolahnya dulu Sena pernah dipaksa oleh gurunya untuk mandi dengan shower (kebetulan sekolahnya Sena di International School). Kok sekarang dia jadi susah mandi dan paling tidak suka kalau matanya kena air. Padahal waktu baby-nya dulu, ga gitu-gitu banget duehhhhh... Harus ada investigasi neh (sebagai tante yang sayang ama ponakan, hehehehe).